🏛 Prinsip Desain dan Motif Tradisional Bali
🎯 Tujuan Pembelajaran
🗺 5 Prinsip Desain
📋 Alur Pertemuan 2 (90 menit)
🏛 Mengenal Motif Tradisional Bali
Tiga motif ini akan kamu amati saat observasi lapangan di area pura/gapura/ukiran bangunan sekolah. Klik kartu untuk detail dan prinsip desain yang terkandung.
🌿 Patra — Motif Sulur Bali
Patra adalah motif hias lengkung-lengkung menyerupai tumbuhan/sulur yang banyak dijumpai pada ukiran pintu, jendela, dan bingkai pura Bali.
Pola sulur yang berulang-ulang menciptakan irama visual yang kuat dan berirama.
Gaya garis lengkung dan palet warna keemasan yang konsisten membuat rangkaian motif terasa menyatu.
🏯 Pepalihan — Tingkatan Berundak
Pepalihan adalah susunan bidang bertingkat/berundak pada bangunan tradisional Bali — seperti pada tubuh candi, kori agung, atau penyengker.
Pengulangan tingkat yang semakin mengecil ke atas menciptakan irama progresif yang dinamis.
Tinggi setiap tingkat menyusut secara proporsional dari bawah ke atas, menciptakan keseluruhan bentuk yang harmonis.
🦁 Karang — Wajah Penjaga
Karang (seperti Karang Boma) adalah motif berbentuk kepala makhluk yang dipahatkan pada kori agung, gapura, dan atas pintu pura sebagai penjaga.
Kontras gelap-terang yang tajam pada mata melotot dan taring putih di atas wajah gelap memberi kesan tegas/menjaga.
Motif Karang umumnya disusun simetris kiri-kanan pada gerbang, memberi kesan formal dan megah.
📐 5 Prinsip Desain — Klik untuk Detail
⚖ 1. Keseimbangan (Balance)
Definisi: Keseimbangan adalah penyebaran bobot visual (ukuran, warna, bentuk) secara merata sehingga karya terasa stabil dan nyaman dipandang.
🎵 2. Irama / Repetisi (Rhythm)
Definisi: Irama tercipta dari pengulangan unsur rupa secara teratur, menghasilkan kesan gerak atau alur pandang.
📐 3. Proporsi (Proportion)
Definisi: Proporsi adalah hubungan/perbandingan ukuran antara satu bagian dengan bagian lain, atau antara bagian dengan keseluruhan karya.
Karya terasa wajar dan harmonis
Menonjolkan bagian tertentu — digunakan secara sengaja untuk efek ekspresif
🔗 4. Kesatuan (Unity)
Definisi: Kesatuan adalah keterpaduan antarunsur rupa (warna, bentuk, garis, tekstur) sehingga karya terasa menyatu, bukan kumpulan elemen yang terpisah-pisah.
⚡ 5. Kontras (Contrast)
Definisi: Kontras adalah perbedaan yang mencolok antara dua unsur yang berdekatan, sehingga menonjolkan salah satu unsur.
🔭 Tabel Observasi Lapangan
| No. | Nama Motif yang Ditemukan | Lokasi (di mana?) | Prinsip Desain yang Terlihat | Warna Dominan | Catatan / Sketsa Singkat |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | |||||
| 2 | |||||
| 3 |
💡 Panduan Penggunaan Color Picker
Gunakan color picker di HP atau aplikasi kamera untuk mengekstrak warna dominan dari foto motif yang kamu dokumentasikan. Catat kode warna atau nama warna yang paling mendekati. Hubungkan dengan prinsip Kesatuan (apakah warnanya senada?) dan Kontras (apakah ada warna yang sangat berbeda berdampingan?).
Refleksi Kelompok — Gallery Talk
📊 Rangkuman: Prinsip Desain & Motif Tradisional Bali
Tabel referensi cepat untuk kegiatan observasi lapangan.
| Prinsip Desain | Penjelasan Singkat | Contoh pada Motif Bali |
|---|---|---|
| ⚖ Keseimbangan | Distribusi bobot visual (simetris/asimetris/radial) | Karang — simetris kiri-kanan pada gapura |
| 🎵 Irama / Repetisi | Pengulangan unsur secara teratur (repetitif/alternatif/progresif) | Patra — pola sulur berulang; Pepalihan — tingkat mengecil |
| 📐 Proporsi | Perbandingan ukuran antarbagian dalam karya | Pepalihan — tingkat menyusut proporsional dari bawah ke atas |
| 🔗 Kesatuan | Keterpaduan gaya, warna, dan bentuk | Patra — palet warna keemasan & gaya garis konsisten |
| ⚡ Kontras | Perbedaan mencolok (warna/value/ukuran) | Karang — gelap-terang tajam pada wajah + taring putih |
🔗 Hubungan Motif Bali ↔ Prinsip Desain