Prinsip Desain & Motif Tradisional Bali · Pertemuan 2 · TP-01
Seni Rupa Kelas XI · SMA N 1 Abiansemal · 2026/2027
Pertemuan 2 · 2 JP (90 menit) · TP-01 · Fase F Kelas XI

🏛 Prinsip Desain dan Motif Tradisional Bali

Keseimbangan · Irama · Proporsi · Kesatuan · Kontras — Patra · Pepalihan · Karang
⚖ Keseimbangan🎵 Irama 📐 Proporsi🔗 Kesatuan ⚡ Kontras

🎯 Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengeksplorasi unsur rupa dan prinsip desain (keseimbangan, irama, proporsi, kesatuan, kontras) pada benda dan karya seni rupa di lingkungan sekitar, termasuk motif tradisional Bali (Patra, Pepalihan, Karang).

🗺 5 Prinsip Desain

1
Keseimbangan
Distribusi bobot visual
2
Irama
Pengulangan unsur
3
Proporsi
Perbandingan ukuran
4
Kesatuan
Keterkaitan unsur
5
Kontras
Perbedaan mencolok
🏛 Konteks Budaya Lokal: Kelima prinsip desain ini akan diamati pada motif tradisional Bali — Patra, Pepalihan, dan Karang — sebagai bekal observasi lapangan.

📋 Alur Pertemuan 2 (90 menit)

🚀
Pendahuluan (15 mnt) — Review unsur rupa P1, pengantar prinsip desain
📖
Materi (25 mnt) — Pengenalan motif Bali + 5 prinsip desain dengan contoh
🔭
Observasi Lapangan (35 mnt) — Kelompok mengamati pura/gapura sekolah, isi tabel analisis
🗣
Gallery Talk (15 mnt) — Berbagi hasil analisis antarkelompok

🏛 Mengenal Motif Tradisional Bali

Tiga motif ini akan kamu amati saat observasi lapangan di area pura/gapura/ukiran bangunan sekolah. Klik kartu untuk detail dan prinsip desain yang terkandung.

🌿
Patra
Motif hias lengkung-lengkung menyerupai tumbuhan/sulur.
Irama Kesatuan
🏯
Pepalihan
Susunan bidang bertingkat/berundak pada bangunan tradisional Bali.
Irama Proporsi
🦁
Karang
Motif hias berbentuk kepala makhluk (mis. Karang Boma) pada bagian bangunan.
Kontras Keseimbangan

🌿 Patra — Motif Sulur Bali

Patra adalah motif hias lengkung-lengkung menyerupai tumbuhan/sulur yang banyak dijumpai pada ukiran pintu, jendela, dan bingkai pura Bali.

🎵 IRAMA (Repetisi)

Pola sulur yang berulang-ulang menciptakan irama visual yang kuat dan berirama.

🔗 KESATUAN

Gaya garis lengkung dan palet warna keemasan yang konsisten membuat rangkaian motif terasa menyatu.

🔭 Cari saat Observasi
Perhatikan arah garis sulur — apakah berulang ke kiri dan kanan secara bergantian? Hitunglah berapa kali pola sulur berulang dalam satu panel ukiran!

🏯 Pepalihan — Tingkatan Berundak

Pepalihan adalah susunan bidang bertingkat/berundak pada bangunan tradisional Bali — seperti pada tubuh candi, kori agung, atau penyengker.

🎵 IRAMA (Progresif)

Pengulangan tingkat yang semakin mengecil ke atas menciptakan irama progresif yang dinamis.

📐 PROPORSI

Tinggi setiap tingkat menyusut secara proporsional dari bawah ke atas, menciptakan keseluruhan bentuk yang harmonis.

🔭 Cari saat Observasi
Hitung jumlah tingkatan pada pepalihan yang kamu temukan. Apakah ukuran tiap tingkat menyusut secara teratur? Gambarkan profilnya sebagai sketsa cepat!

🦁 Karang — Wajah Penjaga

Karang (seperti Karang Boma) adalah motif berbentuk kepala makhluk yang dipahatkan pada kori agung, gapura, dan atas pintu pura sebagai penjaga.

⚡ KONTRAS

Kontras gelap-terang yang tajam pada mata melotot dan taring putih di atas wajah gelap memberi kesan tegas/menjaga.

⚖ KESEIMBANGAN SIMETRIS

Motif Karang umumnya disusun simetris kiri-kanan pada gerbang, memberi kesan formal dan megah.

🔭 Cari saat Observasi
Perhatikan apakah Karang yang kamu temukan benar-benar simetris — tarik garis imajiner di tengah dan bandingkan sisi kiri dan kanan. Catat warna dominan apa yang paling kontras!

📐 5 Prinsip Desain — Klik untuk Detail

Prinsip 1
⚖ Keseimbangan
Balance — distribusi bobot visual
Penyebaran bobot visual yang membuat karya terasa stabil dan nyaman dipandang.
Prinsip 2
🎵 Irama / Repetisi
Rhythm — pengulangan teratur
Pengulangan unsur rupa secara teratur yang menciptakan gerak visual.
Prinsip 3
📐 Proporsi
Proportion — perbandingan ukuran
Hubungan perbandingan ukuran antara satu bagian dengan bagian lain dalam karya.
Prinsip 4
🔗 Kesatuan
Unity — keterpaduan unsur
Keterpaduan antarunsur rupa sehingga karya terasa menyatu dan utuh.
Prinsip 5
⚡ Kontras
Contrast — perbedaan mencolok
Perbedaan mencolok antarunsur yang menarik perhatian dan menonjolkan elemen tertentu.

⚖ 1. Keseimbangan (Balance)

Definisi: Keseimbangan adalah penyebaran bobot visual (ukuran, warna, bentuk) secara merata sehingga karya terasa stabil dan nyaman dipandang.

🔷🔷
Simetris
Kiri-kanan identik — formal, tenang
🔷🔸
Asimetris
Berbeda tapi seimbang — dinamis
🌸
Radial
Menyebar dari titik pusat
🏛 Kaitan dengan Motif Bali: Motif Karang umumnya disusun simetris kiri-kanan pada gerbang/gapura, memberi kesan formal dan megah.

🎵 2. Irama / Repetisi (Rhythm)

Definisi: Irama tercipta dari pengulangan unsur rupa secara teratur, menghasilkan kesan gerak atau alur pandang.

Repetitif — pengulangan unsur sama persis
Alternatif — pengulangan bergantian
Progresif — pengulangan dengan perubahan bertahap
🏛 Kaitan dengan Motif Bali: Pola sulur pada Patra adalah irama repetitif; susunan tingkat pada Pepalihan adalah irama progresif.

📐 3. Proporsi (Proportion)

Definisi: Proporsi adalah hubungan/perbandingan ukuran antara satu bagian dengan bagian lain, atau antara bagian dengan keseluruhan karya.

Tingkat menyusut ke atas secara proporsional (Pepalihan)
✅ Proporsi Tepat
Karya terasa wajar dan harmonis
⚡ Distorsi Proporsi
Menonjolkan bagian tertentu — digunakan secara sengaja untuk efek ekspresif
🏛 Kaitan dengan Motif Bali: Tinggi setiap tingkat pada Pepalihan menyusut secara proporsional dari bawah ke atas, menciptakan bentuk keseluruhan yang harmonis.

🔗 4. Kesatuan (Unity)

Definisi: Kesatuan adalah keterpaduan antarunsur rupa (warna, bentuk, garis, tekstur) sehingga karya terasa menyatu, bukan kumpulan elemen yang terpisah-pisah.

✅ Ada Kesatuan
Warna senada, terasa menyatu
❌ Tanpa Kesatuan
Acak, tidak menyatu
🏛 Kaitan dengan Motif Bali: Gaya garis lengkung dan palet warna keemasan yang konsisten membuat rangkaian motif Patra terasa menyatu meski terdiri dari banyak ukiran.

⚡ 5. Kontras (Contrast)

Definisi: Kontras adalah perbedaan yang mencolok antara dua unsur yang berdekatan, sehingga menonjolkan salah satu unsur.

Kontras Warna
Merah vs Hijau
Kontras Ukuran
Besar vs Kecil
Kontras Gelap-Terang
Putih vs Hitam
🏛 Kaitan dengan Motif Bali: Motif Karang biasanya diukir dengan kontras gelap-terang yang tajam — mata melotot, taring putih pada wajah gelap — untuk memberi kesan tegas dan menjaga.

🔭 Tabel Observasi Lapangan

📋 Petunjuk Observasi
Dalam kelompok, amati pura/gapura/ukiran bangunan di area sekolah. Dokumentasikan minimal 2 motif (Patra, Pepalihan, atau Karang). Isi tabel di bawah berdasarkan hasil pengamatan langsung.
No. Nama Motif yang Ditemukan Lokasi (di mana?) Prinsip Desain yang Terlihat Warna Dominan Catatan / Sketsa Singkat
1
2
3

💡 Panduan Penggunaan Color Picker

Gunakan color picker di HP atau aplikasi kamera untuk mengekstrak warna dominan dari foto motif yang kamu dokumentasikan. Catat kode warna atau nama warna yang paling mendekati. Hubungkan dengan prinsip Kesatuan (apakah warnanya senada?) dan Kontras (apakah ada warna yang sangat berbeda berdampingan?).

Refleksi Kelompok — Gallery Talk

📊 Rangkuman: Prinsip Desain & Motif Tradisional Bali

Tabel referensi cepat untuk kegiatan observasi lapangan.

Prinsip Desain Penjelasan Singkat Contoh pada Motif Bali
⚖ Keseimbangan Distribusi bobot visual (simetris/asimetris/radial) Karang — simetris kiri-kanan pada gapura
🎵 Irama / Repetisi Pengulangan unsur secara teratur (repetitif/alternatif/progresif) Patra — pola sulur berulang; Pepalihan — tingkat mengecil
📐 Proporsi Perbandingan ukuran antarbagian dalam karya Pepalihan — tingkat menyusut proporsional dari bawah ke atas
🔗 Kesatuan Keterpaduan gaya, warna, dan bentuk Patra — palet warna keemasan & gaya garis konsisten
⚡ Kontras Perbedaan mencolok (warna/value/ukuran) Karang — gelap-terang tajam pada wajah + taring putih

🔗 Hubungan Motif Bali ↔ Prinsip Desain

🌿
Patra
Irama Repetitif + Kesatuan Warna
🏯
Pepalihan
Irama Progresif + Proporsi Harmonis
🦁
Karang
Keseimbangan Simetris + Kontras Tajam